At 11 Pm For a Coffee Time
Part #1
Ini Aku !!!
Aku tidak akan mungkin lupa dengan semua ini setelah sekian lama melarikan diri dari mimpi buruk yang paling menyeramkan . . .kenyataan,
kemudian joss ass mengenalnya . . .
Dihari itu, joss ass (Pemeran utama) memiliki teman yang bernama dibi (Pemeran pembantu) adalah dua orang pemuda yang memiliki hidup yang normal dan biasa-biasa aja, tak ada yang lebih dari dua orang aneh dan sedikit tampan ini, joss adalah seorang alumni dari sebuah universitas disamarinda yang selalu memikirkan perjuangan dari sebuah pergerakan bawah tanah yang memimpikan kebebasan dari semua sistem hidup yang tidak pernah mungkin bisa dihancurkannya ($#!+), joss tercipta dari sebuah hubungan yang kurang harmonis dari sebuah keluarga yang diktator dan selalu hidup dibawah tekanan dan paksaan yang tak pernah diinginkannya . . .membangkang dan melawan berjuang untuk keinginannya. .hingga dia lupa ada salah satu bagian dari dirinya yang terhilang dan tak pernah diperjuangkannya. . . . .
sedangkan dibi adalah seorang alumni IT dari sebuah lembaga pendidikan dari daerah sulawesi. Mereka berteman mulai dari kecil . . .
Rencananya . . .
Mereka hanya ingin bersenang – senang dikota ini . . .
dibi sering mengurung pacarnya bersamanya disebuah rumah kontrakan disalah satu daerah dipojokan kota samarinda, sebut saja unie (nama samaran, kalau namanya ”bunga” itu cuman ada di edisi laporan berita sergap atau sidik kasus) unie hampir tiap hari menemani dibi yang kebetulan baru dua kali kekota itu, unie sudah selesai kuliah, kini hanya tinggal meminta rektor untuk memindahkan tali yang ada dikepalanya (sebenarnya biar aku juga bisa kalau cuman memindahkan talinya !!!) sekaligus memeriksa mungkin ada paku yang tertinggal dikepala unie yang belum tercabut biar dia bisa kembali kealamnya dengan bebas. . .
unie menghabiskan waktu dikota ini dengan patuh kepada sistem birokrasi rektorat yang mengharuskannya mendaftar untuk wisuda dan menyuap disana sini biar semuanya kenyang dan urusannya lancar.
Setelah beberapa hari berdiam sambil menyerap hawa ruangan yang sumpek dan penat ditemani sebuah laptop yang kadang-kadang nyanyi ”rock’n roll” sendiri ditenggah malam dan menghabiskan energi bumi yang dapat mempercepat pengaruh efek rumah kaca (global warming) . . .save our earth . . .
Ditemani juga dengan sebuah kasur lawas yang menjadi saksi bisu ”kebiadaban” umat manusia dimuka bumi ini. . .
joss dan dibi merasa ada perasaan yang tidak enak hari itu . . ., benar saja bento (figuran) manusia yang berukuran ”extra large” mirip granat tangan ini datang kesamarinda menyusul dibi dan ingin ikut bersenang-senang . . .
tepat pada hari pertama setelah bento datang, mereka masih tidur tiduran, muter-muter ”winamp” sambil nyanyi-nari pake bahasa inggris yang abstrak (kaya mukanya bento), mereka mulai merasa bosan dengan semua kebodohan itu dan mulai berfikir melewati batas . . .
ditemani seorang teman (sebut saja pak ’le) mereka berempat (joss, dibi, bento dan pak ’le) memulai pesta penghilang kebosanan itu dengan sebotol ”mansion house” yang di ”mix” dengan minuman berkarbonasi yang murah meriah,
musik dengan genre rock ’n roll terdengar semakin kencang,
asap rokok yang terbang membabi buta,
dan orang-orang sekampung kontrakan itu sudah mulai menutup telinga dengan tangannya . . .mungkin dalam hati mereka menyumpah dengan semua keadaan ini tapi tak ada yang dapat mereka lakukan . . .
dua botol . . .tiga botol . . .empat botol . . .la . . .la. . .la . . .lima botol . . .
bahasa inggrisnya joss makin bertambah baik saja, jika dalam kondisi tidak terlalu sadar . . .
when i’m drunk and sad . . .there’s no one will know what i feel . . .but devil near me and only him want to listen what I say. . .about world, about stupid system, about shit love and about anything . . .
joss ass mendengarkan hampir seluruh cerita hidupnya pak ’le dalam setiap sloki minuman yang diteguknya . . .
lama kelamaan cerita yang biasa jadi emosi yang luar biasa, pak ‘le pengen “sparing” dengan orang-orang dari depan kontrakan . . .hingga akhirnya sebuah lemari mewah yang berwarna pink+biru muda (pokoknya warna wanita bgt) menjadi samsak tinju-nya pak’le yang dalam keadaan tidak sadar, joss menikmati pemandangan itu sambil senyum-senyum kecil pikirnya selama tidak ada korban jiwa semua baik-baik saja, sedang dibi mencoba menenangkannya dan bento menghilang yang kemudian tidak diketahui keberadaannya . . .
musik tetap terdengar dengan kencangnya . . .
hari itu berakhir damai dengan seolah melupakan sejenak tanggung jawab dalam hidup. . .
joss kemudian pulang kekostnya dengan membawa oleh-oleh sakit kepala dan kemudian memuntah kan seluruh sembako murah dari perutnya . . .
selang sehari berlalu . . .
Part #2
Who Are You ?
sore hari . . .joss datang lagi dan bermaksud menemani dibi dengan bento dan unie dikontrakan, ketika joss masuk kekamar dibi . . .ternyata ada sesosok perempuan asing yang baru saja datang berbentuk drum berukuran xxl dalam kamar dibi yang terlihat berlalu lalang, pikirnya mahluk asing dari planet mana lagi ini? . . .
joss memutuskan untuk tidak mengusik kondisi ruangan itu dan mengalihkan perhatiannya ketengah ruangan kontrakan dan memutuskan untuk melarikan diri . . .eh maksudnya menonton televisi,
tak lama kemudian matahari malu-malu memperlihatkan sinarnya dan kemudian tenggelam diujung barat dengan tiada seorang pun yang dapat mencegahnya. Dibi, unie, bento dan “mahluk asing” itu berencana untuk keluar dan berburu udara segar, akhirnya mereka pergi dengan meninggalkan bento yang tidak konsisten dikontrakan.
Pilihan mereka berakhir disebuah parkiran yang direnovasi total menjadi sebuah café kopi disebuah tempat dikota samarinda,
Gak jelas . . .
Karena pengen mengisi waktu, dibi berkonsolidasi dengan joss untuk menentukan menu yang akan disandingkan dengan tenggorokannya berharap menu pilihan mereka dapat membantu melewati waktu yang membosankan malam itu . . .
Joss sepertinya memulai sesuatu yang salah . . .
Dimulai dari pembicaraan yang biasa dan tak terarah hingga ”mencari korban untuk hinaan dan celaan yang membuahkan tawa yang terpendam, joss ass masih sadar, tak ada angin dan tak ada hujan malam itu tiba-tiba ”mahluk asing” itu mulai mengangkat tangan kanannya seraya berkata,
”eh . ., nama kamu siapa?, kita belum kenalan . .”
spontan, joss yang mulanya penuh konsentrasi, tampan dan tidak perduli dengan kehidupan seolah menemukan peta harta karun yang sudah lama terpendam, seraya menjawab pertanyaan itu,
”namaku joss ass”
katanya,
”namaku nia ramadhani tapi biasa dipanggil,” ”asha”
”gw teman kuliahnya unie,”
”ukuran sepatuku 37”
padahal joss nda nanya ukuran sepatunya?!@?
kePedeAn banget!!!
setelah itu, dimulai lagi ”conversation” yang biasa dan standar (shy-shy cat), tapi joss merasa ada sesuatu yang lain dari mahluk ini, mungkin sesuatu yang tidak dapat diceritakan kepada khalayak ramai,
tentang sebuah kisah ”dari dunia yang lain” . . .
seperti terjebak dalam segitiga bermuda dan tak pernah bisa kembali . . .
waktu seolah tak berlaku disana,
tak ada kata-kata yang bermakna,
apalagi puisi dari seorang pujangga
hanya basa basi dari seorang anak manusia
tapi seolah ada sesuatu yang berbeda . . , darinya. . .yang kelak akan menghancurkanku.
Pisang keju yang berada diatas meja terasa hambar dilidah apalagi kopi yang dipesan berasal dari satu produk yang sama, dengan hanya menambahkan rasa yang lain. Memang seolah benar-benar tak ada orang lain ditempat itu, berat menahan rasa tawa ketika ada seseorang ”pemilik negeri” ini bertandang ketempat kami, tepat disebelah kami dengan dua orang bodyguardnya, lantas dibi menyebutnya ”burung hantu”, joss ass memang menyukai ”burung hantu” yang matanya besar karena mirip dengannya yang sering begadang, tetapi sebenarnya ia tak mengerti apa yang aneh dari orang-orang ini . . .tawa garing mengisi kekosongan waktu itu.
Joss masih berusaha ”menggali harta karun itu”
Tapi waktu jualah yang memisahkan . . .
Unie dan asha memutuskan untuk bermalam dikontrakannya dibi,
Joss ass have a bad feel about this. . .
Hembusan angin malam menyejukkan. . ., meskipun suatu saat dapat menjadi penyakit yang berbahaya buat organ didalam tubuhku tapi tak pernah terpikir olehku untuk berhenti, aku muda dan menikmati saat ini. . . tak ada yang dapat menghentikanku . . .
Part #3
Keputusan Yg Benar
Tiba dikontrakkan suasana hening, televisi dengan video game masih ditengah ruangan depan yang menemani beberapa orang yang terlelap. .dibi, joss, unie dan asha masing-masing dari mereka mencari kesibukan sendiri-sendiri.. .
Sedang bento teriak-teriak mirip monyet dari dalam hutan ditengah ruangan ketika mengubah kedudukan (2 : 0), pada team sepakbola yang dikendalikannya
Joss duduk diserambi depan sambil melihat bintang dan menikmati asap yang memiliki kandungan tar dan nikotin sedang, seraya mencoba melupakan apa yang sedang terjadi dengan dirinya. . .
tapi malam itu, dibi berencana untuk melanjutkan pesta kecil dikontrakan sebelum menutup malam. . .
benar saja, “mansion house” dan sahabat sejatinya “minuman berkarbonasi dari amerika” dikeluarkan dari kantong plastik hitam oleh bento dengan senyum membawa luka-nya, tepat seperti seorang badut pesulap yang mencoba mengeluarkan kelinci dari dalam topinya. . . bim salabim hasta la vista . . .
Sebuah mantra yang nyaris akan menghancurkan segalanya . . .
Entahlah . . .
Setelah pesta kecil itu berakhir joss memutuskan untuk menenangkan pikirannya dikamar yang lain . . .
Entahlah, . . .
mungkin ada pergeseran budaya
atau memang perkembangan pemikiran manusia. . .
atau mungkin yang paling berbahaya, harga diri sudah tidak ada artinya
banyak hal yang mungkin ada dan memang terjadi didalam tatanan sosial masyarakat kita
apapun bisa terjadi . . .,
disamping akal sehat, hati adalah senjata yang paling efektif untuk menetralisirnya,
joss sampai tidak dapat tidur semalaman memikirkan segala kemungkinan perubahan itu disamping alasannya yang lain. . .
joss muter-muter dikontrakan, minum air putih meski tidak haus, kencing diWC meski sudah tak ada yang harus dikeluarkan lagi, gonta ganti channel televisi, kemudian kembali berbaring didalam kamar dan menemukan pemikiran kondisi ekonomi kerakyatan yang akan berbenturan atau mungkin akan dinamis dengan era ekonomi pasar bebas, kalau gw jadi presiden juga mungkin akan stress memikirkan masyarakat2 ku yang suka membangkang dengan kebijakan-kebijakan yang ku buat (bla . . .bla . . .bla),
joss mengalihkan pembicaraan, intinya dibagian ini dia tidak dapat tidur malam itu . . .
sekitar jam 04.00 subuh waktu itu, joss keluar lagi dari kamarnya buat refreshing dan akhirnya memutuskan untuk tidak tidur lagi tetapi bermain video game . . .
selang beberapa meter waktu, asha keluar dari kamar (really, I’m think she’s hot), lalu bento dan kemudian dibi keluar dari kamar dan tidak bisa tidur, mungkin karena pengaruh kami yang sama-sama “memikirkan nasib bangsa ini” jadi mereka juga tidak bisa tidur . .hm . .(%@#$%^)
ups,..there’s still last piece of heart I found right there, right when she can control the situation and makes right decision. . .
tak lama kemudian dibi kembali kekamarnya disusul bento dengan wajah sedikit asam mirip anjing laut (syukurlah), joss sebenarnya pengen memulai pembicaraan tanpa arah dengan asha tetapi waktu yang terlihat melelahkan, seolah lepas dari perburuan yang kejam, akhirnya joss memutuskan untuk diam . . .(pikirnya tak ada yang bisa dilakukannya)
asha kembali kekamar dan mungkin kembali bernegosiasi dengan dunia . . .
sementara joss tetap memegang video gamenya . . .
hingga . . .sekitar jam 06.00 pagi
Part #4
The Silent Way
kicauan jangkrik sudah mulah meredup
lampu ruangan satu persatu mulai dipadamkan
kabut yang menutup pandangan musafir sudah mulai tersingkap
sinar mentari menembus dedaunan
jika semua dalam keadaan normal,
joss tiba-tiba tersentak, dia perlahan berdiri memandang kearah luar jendela sementara tanggannya melepas stick video game dan membiarkannya terjatuh, tubuhnya serasa melayang sambil menghirup sebanyak-banyaknya udara pagi yang bebas polusi, hal ini benar-benar jarang terjadi baginya.
joss sudah lama tidak menyadari kalau sebenarnya pagi hari yang indah itu benar-benar ada, nyata dan bukan hanya mitos belaka, karena udah lama joss merasakan pagi hari itu dimulai jam 12 pagi tepat ketika orang sudah sibuk dengan urusan perut-nya
sementara joss masih terbuai dengan ”pagi hari-nya” asha keluar dari kamar dengan sorot mata yang tajam, mirip burung elang yang melihat kelinci buruannya lompat-lompat dipadang rumput yang indah,
jika semua keadaan normal, joss mungkin akan melihat seorang putri yang terbangun dari mimpi indah tidur panjangnya . . .tetapi pagi itu asha mengacaukan ”keindahan pagi” nya joss dengan aroma mulutnya yang menyegarkan.
Joss memutuskan untuk meng-awali hari itu dengan pulang kekostnya dan memulai hari dengan tidur, sementara asha juga pengen pulang. . .joss memutuskan mengantarnya kembali kedalam gua-nya
Akhirnya . . ., ”Bagai punguk merindukan . . .bulan citra lestari”
Dia ”berakit-rakit kehulu berenang-renang karena rakitnya hancur diair terjun”
Senang ”menari diatas daun talas bagai belalang”
Karena ”ada udang didalam ote-ote”
Joss mulai mengeluarkan kata-kata anehnya seperti mengigau disiang bolong,
dalam hati siapa yang tahu. . .
sebenarnya dalam pikirannya sudah tersusun berbagai macam kata-kata yang sudah terkumpul sejak dulu kala dan siap untuk dilontarkan, tetapi pada kenyataannya ketika joss mengantar asha kembali kekandangnya, joss diam seribu bahasa,
pikirnya:
”hal ini bukan sesuatu yang diatur dan tersusun rapi,”
”dia” berstruktur, namun dapat pula berantakan,”
”tak ada yang dapat mengaturnya,”
”dia” datang dan pergi sekehendaknya”
”terlalu rumit untuk dijelaskan walaupun terlihat sangat sederhana”
”ribuan kata dan ungkapan hanya mamput menggambarkannya”
”namun tak ada yang dapat menyerupainya”
”dia yang dapat membuat sang penyair terdiam ditenggah malam”
”dan tak dapat tidur karena memikirkannya”
hingga asha tiba kembali kekandangnya, joss masih terpaku terdiam membisu . . .
well, Hari itu dilewati dengan kehampaan lagi. . .
Short message services tiba-tiba muncul dari hp bututnya joss yang memecah kesunyian, ketika dibacanya ternyata dibi dan bento memutuskan untuk angkat kaki dari kota ini meninggalkan joss, unie dan asha . . .
Woi, what the hell you are doing guy’s? . . .we’re just get started,
Ada rasa yang lain ketika pada hari dibi dan bento hendak kembali kekampungnya, seolah seperti kisah film layar lebar yang skenarionya belum diselesaikan, dibi, bento, dan joss singgah sebentar dirumahnya asha yang disana ada unie juga dan sekedar untuk say goodbye . . ., dibi dan bento merasa ragu-ragu untuk pulang kekampungnya nan jauh disana, tapi setelah sekian lama perdebatan antara bento dan dibi, akhirnya mereka berdua pulang jua. . .
Joss ngerasa kepergian itu bukan akhir dari film ini . . .
Part #5
Tak Tersusun Rapi
Joss memutuskan untuk melanjutkan kisah ini,
Sehari setelah kepergian mereka, untuk pertama kalinya joss menelpon asha tepat sekitar jam 11 malam, ketika orang-orang baik mulai terlelap dan orang-orang yang menemukan kebuntuan mencari kesenangannya sendiri pada malam hari. . .,
Hari Senin:
Joss: Hallo . . .
Asha: Hallo . . .
Joss : hjbgcbiughiukjj...ha...ha..ha....kjcg
Asha : njdieahfkdhs, wew . . burung hantu . . . hdsjkiuk
Joss : gudtehtusv . . .yup, matanya besar . . . hidhnjadhek
Asha : ha . . ha. . .ha, kamu maskotnya . . .
Joss : bla . . bla. . .bla, reboisasi, reproduksi, transmigrasi, imigran gelap . . .
Asha : mutilasi ? ?xixixi. . .
Joss : kamu punya banyak kosakata ya??
Asha : .....hheuskvkd...itu namanya plagiat . . .
Joss : gw nda suka plagiat, semua diambil dari kehidupan nyata . .
Sementara itu unie yang malam itu nginap dikamar asha, nguping pembicaraan kami dengan tenangnya.
Dst . . .dst . . .
Asha : Udah dulu ya . . .sepertinya co gw nelpon
Joss : (%^$#@*&!), baiklah . . .
Hari Selasa:
Joss : hi . . .
Asha : hi juga
Joss : lagi ngapains ?
Asha : lagi ngutak-ngutik laptop, kena virus . ., access nya di deny terus . . .
Bla . . .bla . . bla.
Joss : ? ? ?
Asha : . . ., bagai menari diatas ladang jagung, habis rusak tanaman . . geyduijtkosbnc
Joss : . . . Tapi, gw bukan babi ngepet . . .gw nda ngomong gitu . . ., gw diam aja . . .?
Asha : ah . . .banyak alasan . .djeyisnhcbdkus . . .
Joss : gw juga bukan bencong . . .enak aja, gw laki-laki sejati . . .njidfytegbsjncijhs . . . .
Asha : Ah . . .ini cuman antara engkau dan aku aja, yang lain nda bakalan tau . . ., ngaku aja . . . .
Joss ass sempat terpojok disudut ring . . .
Asha : Ngaku aja kau suka dinas malam . . .?
Joss : ttttttttiiiiiiiddddddaaaaaakkkkkkk . . .
Asha : nyanyi dunk . . anterin gw tidur . . .
Joss : (^%&*$#@), . . .lupa. . .aku lupa-lupa, . . lupa lagi syairnya . . .
Tut . . .tut . . .tut. . . .tut
Hari Kamis:
Joss : hi
Asha : hi juja
Joss : lagi ngapain
Asha : lagi nelpon, masak lagi boker?
Joss : eh, iya . . .
Asha : jurydgsnfkovukrn . .xixixixi. . ke mall...
Joss : ...jufhrtyetsbv...xixixixix..mall bakal runtuh, kata kucing garong loreng....
Asha : jangan gitu dunk, . . aku kan jadi takut . . .
Joss : tenang aja kan ada gw
Asha : iya . . .
Joss : tapi gw dengar suara-suara aneh dari hp mu, kenapa nih?
Asha : gw tutup nih telpon ?!!!
Joss : jangan dunkz, (ntar dunia ini jadi sepi)
Asha : wah, khayalan tingkat tinggi . . .
Joss : tidak ah, aku biasa-biasa aja . . .
Asha : nyanyi dunk . . .
Joss : do, re, mi, fa, #sol, la, si, do (mulai mencucurkan keringat !)
Asha : eh, kayanya co gw nelpon, udah dulu ya. . ya. . .ya
Joss : (&%$#@!), bye . . .
Bagi joss dunia memang terasa damai, tak ada pembicaraan formal, tak ada sistem yang teratur rapi, joss ngerasa dapat inspirasi dari wanita ini, walaupun dari sedikit kata yang bisa terucap dan pembicaraan yang terdapat diluar nalar manusia biasa, namun mereka mengerti . . .
Part #6
Count Down
Jum’at,
Hp butut yang selalu menemani joss kemanapun dia pergi berbunyi, tanda ada sms yang masuk, terdapat pesan singkat didalammya :
“joss, aku udah ada diterminal, jemputin aku”, ternyata pesan itu datangnya dari dibi, dia tidak jadi kembali kesulawesi . . .
dan story ini benar-benar berlanjut . . .
joss pergi menjemput dibi hingga hampir larut malam, dengan terpaksa joss dan dibi melalui malam itu berdua dengan kesumpekan kamar kontrakan, sebenarnya asha dan unie sudah merasa bosan juga dirumahnya malam itu dan pengen jalan-jalan, tetapi malam sudah terlalu larut . . .
”ku bersandar didinding,
cahaya kamar yang remang menemaniku,
otakku buntu,
sebuntu ruangan yang tidak berjendela ini,
asap bernikotin tak mampu membuat otakku berjalan,
apalagi harus ditemani air putih kadar 15%
hal itu cuman akan membunuhku,
yang aku perlu hanya mendengar suara inspirasiku,
yang membuat aku bisa hidup malam ini”.
Tetap juga malam itu harus dilalui . . .
Sabtu,
You look so beautiful today . . .,
joss keluar dari kontrakan dan melihat asha yang duduk diserambi depan kontrakan, dengan unie dan dibi, tingkah lakunya terasa garing, seperti cacing kepanasan . . .sementara otak joss kembali tidak berfungsi dengan baik. . .asha mengeluarkan kata-katanya yang tajam . . .setajam . .silet, dan kemudian menertawakan joss yang keren itu . .
mereka berempat jalan-jalan malam itu menikmati indahnya lampu-lampu kota yang ramai dengan orang-orang yang berlalulalang mencari tujuananya, tak ada yang istimewa malam itu disebuah café didaerah m.yamin, hanya sebuah musik accoustic yang mengisi kesunyian waktu malam disusul kemudian komunitas OI melantunkan beberapa musik penutup, dengan PD nya salah seorang peserta band mengaku berasal dari daerah yang sama dengan asha, ternyata kampungnya asha benar-benar dari daerah kutub utara, cukup terpencil. (makanya orangnya culun bgt)
mereka kemudian pulang, sementara itu dibi berhenti sejenak untuk mencoba resep mujarab milik babe’s sang dokter (sorry, there’s a little secret here), mereka mutar melewati tepian mahakam, joss berjalan lambat dengan asha, menikmati waktu yang terbatas itu . . .hingga akhirnya motor unie yang dipakai joss tak kuat menahan beban penderitaanya ketika menghadapi sebuah tanjakan bukit yang kecil,
“kau berat sih, mirip pesut mahakam, coba kau diet dikit biar sexy”.
Minggu,
Joss dan dibi ngerasa kurang menikmati semua ini, mereka berencana untuk menutupinya dengan sedikit marijuana, berdua saja, joss sebenarnya sudah beberapa tahun berhenti menggunakannya tapi dia sempat menemukan beberapa teman lama yang masih memilikinya, dan kebetulan hari itu “mbak marijuana” lagi tidak berada ditempat . . .stock lagi kosong maka mereka mengurungkan niatnya . . .
Sekembalinya joss kekontrakannya dibi. Unie dan asha sudah berada disana ditemani pak’le dan teman Dr. Nya (&@#$*), mereka semua mencoba membuat pesta lagi . . .
Shit . . .
”kau tahu?,
beban air matamu mengalir lewat minuman beralkohol,
setiap rokok yang kau hisap,
dan semua kesenangan yang semu.....,
sebenarnya engkau sedih....,
tetapi tak ada tempat, untuk menuangkan kesedihanmu”.
Pesta itu berakhir biasa-biasa saja, karena joss memang sudah juaranya menghabiskan minuman tanpa mabuk parah (yes, that’s he), dan tetap dapat berfikir logis.
Setelah itu berakhir, dibi, joss, pak’le, dan Dr mencari kesenangan lain dan yang mereka temukan adalah gerhana matahari yang gelap dan kelam, suram . . .
Unie kembali kekontrakan dibi tanpa asha,
hey, what’s going on with you?, asha
There’s something happen about you?
Semua hal itu tiba-tiba saja membuat joss bingung . . .
Mendengar asha berdiam sendirian dirumahnya kaya kura-kura maka joss memutuskan untuk menemaninya. Kejadian terjadi sekitar pukul 19.15 tanpa adanya perlawanan yang berarti dari satpam pihak keamanan, joss sudah berada dirumahnya asha dengan tanpa menjatuhkan sehelai rambutpun. . .
Asha : Silahkan masuk . . .
“mau minum apa?”
(bertanya, seolah-olah bisa membuat minuman apa saja)
joss : ”ah, nda usah rapot-repot”
Asha : “kopi kah?”
Joss : “ah, nda usah repot-repot”
Asha : ! ! ! !
Joss : iya, iya, teh pahit aja. . .,
Asha : what . . .?
Joss : teh nya jadi manis kalau minumnya sambil lihat kamu . . .
Asha : ???? (ini orang !!!, kukasih air laut ntar biar tau rasa)
There’s a many story never told right there about live, about dream and about anything that never be come true in our life, we can’t turn back time . . .we just can passed the time and be hope only a good thing was left for us. . .
We never found the happyness out there, but home can made it for us . . .
Your happyness is begin from your home and family . .
Just open your heart, pals . . .
Tepat jam 11 malam semua cerita itu berakhir . . .
That the last time that i ever seen her . . .
Senin 11 mei
Asha masih tetap sembunyi didalam rumah keongnya, sementara joss menghabiskan separuh harinya dikontrakan dibi dan mendengarkan ocehan lirik musik yang terus memaksakan untuk bersenang-senang, sementara jiwa terus bergejolak . . .
Ingin kukatakan . . .
semakin jantungku berdetak, semakin berat rasanya . . .
Semua rasa ini seperti kutukan yang terus mengikat jika tidak tersampaikan . . .
Joss ass mengangkat telponnya dan mencoba menghubungi asha. . .
Tuuut. . .tuuut. . .tuut. .
”nomer telephon yang anda hubungi sedang berada diluar negeri, silahkan hubungi beberapa saat lagi”. . .
tuuut . . . tuut . . . tutut . . .
”nomer telephon yang anda hubungi sedang menyiram bunga”
hal itu terjadi mulai dari jam 3 sore hingga pukul 4.
Sekitar jam 4 lewat sore itu asha menerima telephon dari joss,
Joss : Lagi ngapain? (pertanyaan standar dan biasa yang hampir terdengar pada awal seluruh percakapan telephonnya joss)
Asha : Lagi nelphon, kenapa . .?
Joss : Ntar malam jalan yuk. . .
Asha : Aku nda bisa keluar . . .
Joss : Aku mau ngomong . . .,,,,
Asha : Ngomong disini aja, kan sama aja . . sekarang atau nanti sama aja ngomongnya . . . .
Joss : . . .Rasanya . .hm . . .aku suka kamu . . .
Asha : hah, . .maaf ya joss, tapi gw sudah punya orang lain . . .xxxxxxx
Semua ini sudah diluar batas . . ., gw nda nyangka semua ini bisa terjadi . . .
Joss : Ah, iya . . nda apa-apa, maaf klo gw mengganggu mu. . .
Asha : joss, sorry ya. . .gw ada telephon . .
Joss : Ntar malam jam 11 gw telphon lagi ya?
Asha : ya . . .
Unie yang nongkrong dikamarnya asha sore itu menjadi saksi bisu kejadian itu . . .
Part #7
I just wanna say goodnight
Joss ngerasa seperti kertas harta karun yang dimilikinya terbakar begitu saja . . .didepan matanya, dengan segera joss mengusap dadanya, yang terpenting pertama baginya rasa itu telah tersampaikan, seolah seperti melepaskan segel kutukan ribuan tahun. Sementara itu dibi menjadi bingung dengan perubahan mendadak pada joss ass . . .
Joss adalah seorang laki-laki (hiks. .), hal itu memang pasti akan dihadapi setiap laki-laki (hiks . . hiks . .), dia tetap sabar dan keren (huah . . .).
Tapi, joss ass pengen asha tetap jadi temannya. . .
Malam jam 11, telphon joss dan asha tetap penuh tepuk tangan dari para penonton yang ramai . . .tetap dengan bahasan diluar nalar manusia, tetap celaan kepada setiap mahluk dimuka bumi ini . . ., tapi kalimat malam itu cepat berakhir . . .
Selasa malam,
Hari itu dilewati joss, dibi dan unie tanpa asha, hari yang biasa dengan kemudian malamnya refreshing dengan rokok dari timur tenggah rasa cocktail dengan ditemani cofee mix, sebenarnya hal itu menyenangkan tapi dunia sudah tidak sama lagi . . .there’s something missing . . .
”kulihat sebuah bintang jatuh,
indah terlihat terangnya,
membuat setiap mata dimuka bumi ini melihatnya,
baru saja manusia memandang keindahannya,
bintang jatuh itu sudah hilang, menjadi debu,
entah kemana”
Rabu,
“You look so beautiful today . . .la . . .la . . .la . . .i can wait . . .i can wait . . .forever.”
Sebuah sms tanda kebosanan dikirimkan joss untuk asha, berharap hal itu akan mengisi waktunya didalam kandangnya . . .
Joss mengira semuanya baik-baik saja . . .
Asha kemudian menghindari unie dan berharap semua hal ini tidak pernah terjadi,
Hanya desas desus yang sampai ketelinganya joss, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi . . .dengan asha.
malam itu, ketika dibi, joss dan unie selesai makan malam bersama untuk yang terakhir kalinya . . .
”hujan menghapus debu dibumi,
menimbun tanah yang mati,
kemudian menumbuhkan tumbuhan yang baru,
dan tumbuhan itu berjuang,
untuk dapat terus hidup,
meskipun hujan akan lama tidak turun lagi.”
keesokan harinya dibi menyatakan akan benar-benar pulang kesulawesi kali ini, dan kemudian dibi pulang bersama dengan unie kembali kekampungnya, dan meninggalkan kisah ini begitu saja . . .
bagi joss ass disinilah semua cerita itu berakhir, Meski ada cerita lain didalam cerita,
Tak ada kata perpisahan disini, tak ada akhir yang bahagia, kisah ini hilang begitu saja . .
Dan menjadi timbunan puing yang tetap tersimpan rapi, hingga suatu saat semuanya benar-benar akan terhapus selamanya dari bumi . . .
Dedicated to: my inspiration,
right out there . . .you still my inspiration . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar