Senin, 07 Desember 2009

hm . . .teman sejiwa

Love is my reason to life . . .


Wiraguna . . .
Suara kebisingan dari speaker laptop pagi itu terdengar keras ditelingaku seolah dengan bangga ingin membangunkanku dari tidurku pagi itu . . .

“Hoaaaaaaamzzzzz . . .”

Pepen melemparku dengan bantal gulingnya yang bau dan hampir tidak pernah dicuci dihampir separuh hidupnya kearah mukaku . .

“Huh . . apaan sih pen??”

”Bangun-bangun, ada orang dipagi-pagi buta ini ngetuk-ngetuk pintu kontrakan kita, cepat bukain !!!”

”malez ah pen . ., aku tadi malam begadang lihat bintang sambil main gitar, jadi aku masih sangat ngantuk . . .”

”siapa yang suruh kamu melakukan semua hal bodoh itu??”, ”sudah-sudah cepat bangun, aku mau jalan, ada tugas nih dari bos, mau ngurus acara khitanan massal dikelurahan, kamu bukain dulu pintu, itu orang udah mulai tadi diluar”

dengan tubuh atletisku yang ringan aku mengangkat kepalaku dan mengumpulkan nyawaku kemudian kembali menghadapi dunia, di pagi itu . . .
kupakai bajuku seadanya lalu melihat kekaca dengan sedikit merapikan rambut dan mukaku yang masih berantakan, lalu dengan langkah gontai menuruni tangga dan menuju kearah pintu depan . .

ting ting . . .ting ting . . ting

iya . . iya entar . .

brrruk . . , seperti suara benda keras yang jatuh . . .

antara sadar dan tidak sadar aku membuka pintu kontrakan perlahan dan tiba-tiba mataku tertutup kabut tebal . . .wush . .
lalu kulihat sesosok mahluk mengerikan, eh muup, menakzyubkan . . .

pikiranku bertanya-tanya apa mahluk ini jatuh dari langit???

Dag . . .dig . . .dug, aku memberani akan diri untuk bertanya . .

”maaf ya mbak, kalau mau minta sumbangan orangnya lagi nda ada dirumah??

Kemudian mahluk itu menatapku . . .
tatapan itu . . .tatapan itu . .tidaaaaaak . . .

”siapa yang mau minta sumbangan, saya kesini nunggu citra . . .”
pikirku, emangnya ini halte tempat nunggu taksi . . .

”saya disuruh teman saya citra kesini buat jadi SPG, kata citra dia perlu orang buat pekerjaan itu??”, ”dan saya nunggu dia sudah sejak jam 9 tadi sekarang sudah jam 10 sudah sejam saya disini bedak saya udah pada luntur, liat muka saya nih mas udah nda imud lagi khan??? =)
Ih kePDan banget sih ini orang . . .

”ntar ya mbak saya masuk kedalam dulu”

aku jadi pangling bingung sempat bolak balik naik turun tanggga berkali-kali lalu manggil pepen . . .

”pen, itu ada yang mau jadi SPG dibawah, cepat temui, kan kamu yang ngurus !!!”

”ah, jont handle aja dulu, aku sudah nda sempat nih, udah mau berangkat, udah ditunggui pak lurah dari tadi”

”apa???”, ”aku kan nda ngerti tentang ini pen . . .”

”sudahlah, speak-speak aja, ngoceh aja dulu sembarang, udah aku mau pergi”

”tapi pen??”

aku menyempatkan diri sekali lagi rapikan mukaku dan kembali menemui mahluk itu . . .

”ayo mbak joged, eh, mari masuk dulu kedalam”, ”eh, maaf ya mbak kirain tadi mau minta sumbangan”

”emangnya penampilan imud gini mirip orang yang mau minta sumbangan kah??”, ”ukuran sepatuku aja 40 mana ada orang peminta sumbangan pake sepatu ukuran 40”
Perasaan aku nda ada tanya ukuran sepatunya . . .

”eh iya mas, kita belum kenalan, nama saya darto, eh, nama saya sari”

”hm . . .mencurigakan, namanya darto atau sari sih mbak, yang benar yang mana?”

”yang benar masuk surga yang salah masuk neraka, hahaha”
ih, . . ini orang nda nyambung

lalu sari dengan PD nya mengangkat tangannya dan ingin berkenalan dengan aku yang keren ini . . ., terpaksa aku menyambutnya dengan hati hm . . .happy

”nama saya jont dicaprio atao bisa dipanggil jont”
”saya terima nikahnya sari binti darto dengan mas kaw . . . .”

sari langsung menarik tangannya . . .

”jadi sambil menunggu citra datang, kita briefing dulu”

”maaf mas, nih kerjaanya gimana?, gajinya berapa?, pake baju apa?, warnanya apa? berapa orang?, kapan?, dimana?, mengapa?, aku nda punya sepatu hak tinggi takut jatuh, yang ada cuman sepatu teplag warnanya emas, itu kegemaranku lho mas, trus nanti . . .bla . . .bla . . .bla”

aku sempat menyanyi dalam hati sambil nunggu pertanyaan yang ke 39 selesai ditanyakannya mirip pertanyaan yang diajukan oleh pengacara kepada seorang terdakwa yang lemah dan tak berdaya dimeja sidang. . ., setelah 7 menit 23 detik kemudian . . .aku cuma punya satu jawaban atas semua pertanyaan itu . .

”maaf mbak, aku nda tau”, ”saya cuman bisa kasih gambaran dan gambaran saya juga nda jelas, soalnya saya juga nda bisa menggambar”

sari kemudian terpaku, membisu, dan diam seribu bahasa . . .
hehehe . . kepok

Setelah beberapa lama percakapan yang tidak menentu dalam ketidakmengertian sastra dan susunan bahasa, teman-teman dari negeri antah berantah pada berdatangan termasuk citra dan juga beberapa calon SPG yang lain langsung menguasai ruangan kontrakan itu dan mengeser kedudukanku . . .

I’m not crazy i’m just a little unwell
That’s day just begin with something strange in my mind . . .



Beberapa hari berlalu . . .

Mall . .
Arta dan aku lagi ngurusin sebuah event dimall yang rencananya 18 hari, well itulah pekerjaan sementara ku, latihan angkat beban di panggung, gulung guling kabel sana sini, tiba tiba saja sari menampakkan batang hidungnya . . .datang tak dijemput pulang tak diantar . . huss, kembalilah kealammu . . .aku jadi takut-takut kucing. . .meow
Kembali kebenang merah . . .
Setelah beberapa lama merapikan soundsystem event pun bermula

Aku tak mengerti . siapa yang. benar-benar . . .aku cintai dan kusayangi . . la. . la. . la
Siapa yang pantas yang bisa kuandalkan . . .bukan raiuan bukan pujian . . .la. . .la. . .la
(aku punya firasat buruk bakalan dengar lagu ini setiap hari selama 18 hari)

Liat-liat orang, liat-liat barang-barang akhirnya liat-liat SPG . . .

Sari yang cuman manusia biasa terlihat duduk seperti pembaca berita di tv yang ngelaporin berita sepekan, duduk, berdiri, duduk, kemudian berdiri lagi, cuman liatin orang tanpa bisa berbuat sesuatu bagi masyarakat . . .
Hingga dia berevolusi menjadi seorang SPG . . .keren . .

”eh, kok kamu diem aja sih penjualanmu gimana?”
bertanya seolah menjalankan tanggung jawab

”belum ada nih mas, mungkin mas belum mandi jadi nda laku”

“lho, kok aku yang disalahkan sih? . . .kamu nda punya teman kah didunia ini?, kok belum ada yang laku?”

“huh, . . .nda tau ini mas, orang-orang pada nda mau beli kebanyakan lewat-lewat aja”

tiba-tiba hpku berbunyi
citra : jont, nih citra, itu sari bukan SPG berjalan, tapi SPG berdiam”
jont : ?????
citra : sari nda berjalan seperti yang lainnya
jont : ?????
citra : kamu ngerti kah jont??
Jont : ?????
citra : ok, selamat siang . . .tut . . tut . . tut
setelah aku mendengar fakta itu

”ya sudah sari, kamu duduk aja disini, diam dan jangan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan”

cerita-cerita dengan arta, menghitung umbul-umbul diluar mall, lewati ruang dan waktu hingga akhirnya cerita-cerita dengan sari
jont : sebenarnya kamu itu hdjvntidnl
sari : ah, jjujcasujiihj
jont : tapi kalau bisa untuk icbndb
sari : hndjchuys, iya sih jdhsuag, hahaha
jont : jndhsbv film dibioskop kdueiaj
sari : ???, teman underground kcxhjsk
jont : njhsyejhfshk, eh, karetnya jangan dimakan . . .
sari : hahaha, salah kostum, udah aku mau jualan lagi . .
jont : baiklah . . .

setelah matahari mulai terbenam tak ada satupun diantara kami yang pergi mandi . . .
hingga akhrinya waktu jualah yang memisahkan, aku serasa tidak ingin berhenti bercanda dengan sari hingga akhirnya setelah menimbang dan seterusnya, menetapkan dan seterusnya, akhirnya aku memutuskan untuk meminta nomer hpnya . . ck..ck..ck
entahlah semua berjalan alami dan tanpa rencana, aku mengantar sari pulang kembali kealamnya dengan berjuang melewati barang-barang dagangan yang berbahaya dimall dan bukit-bukit ekscalator yang tinggi hingga akhirnya sari harus naik kereta dorongnya untuk bisa kembali kerumahnya, huh sungguh melelahkan sekaligus menyenangkan . . .

I feel my soul back to my body after it dissapear long time ago.



In other day . . .
Jari jempol dan telunjuk memegang bidak
Mencoba bergerakkan dari wilayah kekuasaan
Mencari jalan untuk menang
Jika terus bergerak . .




To be continued . . .

Jumat, 12 Juni 2009

jam 11 malam buat minum kopi

At 11 Pm For a Coffee Time

Part #1

Ini Aku !!!

Aku tidak akan mungkin lupa dengan semua ini setelah sekian lama melarikan diri dari mimpi buruk yang paling menyeramkan . . .kenyataan,

kemudian joss ass mengenalnya . . .

Dihari itu, joss ass (Pemeran utama) memiliki teman yang bernama dibi (Pemeran pembantu) adalah dua orang pemuda yang memiliki hidup yang normal dan biasa-biasa aja, tak ada yang lebih dari dua orang aneh dan sedikit tampan ini, joss adalah seorang alumni dari sebuah universitas disamarinda yang selalu memikirkan perjuangan dari sebuah pergerakan bawah tanah yang memimpikan kebebasan dari semua sistem hidup yang tidak pernah mungkin bisa dihancurkannya ($#!+), joss tercipta dari sebuah hubungan yang kurang harmonis dari sebuah keluarga yang diktator dan selalu hidup dibawah tekanan dan paksaan yang tak pernah diinginkannya . . .membangkang dan melawan berjuang untuk keinginannya. .hingga dia lupa ada salah satu bagian dari dirinya yang terhilang dan tak pernah diperjuangkannya. . . . .

sedangkan dibi adalah seorang alumni IT dari sebuah lembaga pendidikan dari daerah sulawesi. Mereka berteman mulai dari kecil . . .

Rencananya . . .

Mereka hanya ingin bersenang – senang dikota ini . . .

dibi sering mengurung pacarnya bersamanya disebuah rumah kontrakan disalah satu daerah dipojokan kota samarinda, sebut saja unie (nama samaran, kalau namanya ”bunga” itu cuman ada di edisi laporan berita sergap atau sidik kasus) unie hampir tiap hari menemani dibi yang kebetulan baru dua kali kekota itu, unie sudah selesai kuliah, kini hanya tinggal meminta rektor untuk memindahkan tali yang ada dikepalanya (sebenarnya biar aku juga bisa kalau cuman memindahkan talinya !!!) sekaligus memeriksa mungkin ada paku yang tertinggal dikepala unie yang belum tercabut biar dia bisa kembali kealamnya dengan bebas. . .

unie menghabiskan waktu dikota ini dengan patuh kepada sistem birokrasi rektorat yang mengharuskannya mendaftar untuk wisuda dan menyuap disana sini biar semuanya kenyang dan urusannya lancar.

Setelah beberapa hari berdiam sambil menyerap hawa ruangan yang sumpek dan penat ditemani sebuah laptop yang kadang-kadang nyanyi ”rock’n roll” sendiri ditenggah malam dan menghabiskan energi bumi yang dapat mempercepat pengaruh efek rumah kaca (global warming) . . .save our earth . . .

Ditemani juga dengan sebuah kasur lawas yang menjadi saksi bisu ”kebiadaban” umat manusia dimuka bumi ini. . .

joss dan dibi merasa ada perasaan yang tidak enak hari itu . . ., benar saja bento (figuran) manusia yang berukuran ”extra large” mirip granat tangan ini datang kesamarinda menyusul dibi dan ingin ikut bersenang-senang . . .

tepat pada hari pertama setelah bento datang, mereka masih tidur tiduran, muter-muter ”winamp” sambil nyanyi-nari pake bahasa inggris yang abstrak (kaya mukanya bento), mereka mulai merasa bosan dengan semua kebodohan itu dan mulai berfikir melewati batas . . .

ditemani seorang teman (sebut saja pak ’le) mereka berempat (joss, dibi, bento dan pak ’le) memulai pesta penghilang kebosanan itu dengan sebotol ”mansion house” yang di ”mix” dengan minuman berkarbonasi yang murah meriah,

musik dengan genre rock ’n roll terdengar semakin kencang,

asap rokok yang terbang membabi buta,

dan orang-orang sekampung kontrakan itu sudah mulai menutup telinga dengan tangannya . . .mungkin dalam hati mereka menyumpah dengan semua keadaan ini tapi tak ada yang dapat mereka lakukan . . .

dua botol . . .tiga botol . . .empat botol . . .la . . .la. . .la . . .lima botol . . .

bahasa inggrisnya joss makin bertambah baik saja, jika dalam kondisi tidak terlalu sadar . . .

when i’m drunk and sad . . .there’s no one will know what i feel . . .but devil near me and only him want to listen what I say. . .about world, about stupid system, about shit love and about anything . . .

joss ass mendengarkan hampir seluruh cerita hidupnya pak ’le dalam setiap sloki minuman yang diteguknya . . .

lama kelamaan cerita yang biasa jadi emosi yang luar biasa, pak ‘le pengen “sparing” dengan orang-orang dari depan kontrakan . . .hingga akhirnya sebuah lemari mewah yang berwarna pink+biru muda (pokoknya warna wanita bgt) menjadi samsak tinju-nya pak’le yang dalam keadaan tidak sadar, joss menikmati pemandangan itu sambil senyum-senyum kecil pikirnya selama tidak ada korban jiwa semua baik-baik saja, sedang dibi mencoba menenangkannya dan bento menghilang yang kemudian tidak diketahui keberadaannya . . .

musik tetap terdengar dengan kencangnya . . .

hari itu berakhir damai dengan seolah melupakan sejenak tanggung jawab dalam hidup. . .

joss kemudian pulang kekostnya dengan membawa oleh-oleh sakit kepala dan kemudian memuntah kan seluruh sembako murah dari perutnya . . .

selang sehari berlalu . . .

Part #2

Who Are You ?

sore hari . . .joss datang lagi dan bermaksud menemani dibi dengan bento dan unie dikontrakan, ketika joss masuk kekamar dibi . . .ternyata ada sesosok perempuan asing yang baru saja datang berbentuk drum berukuran xxl dalam kamar dibi yang terlihat berlalu lalang, pikirnya mahluk asing dari planet mana lagi ini? . . .

joss memutuskan untuk tidak mengusik kondisi ruangan itu dan mengalihkan perhatiannya ketengah ruangan kontrakan dan memutuskan untuk melarikan diri . . .eh maksudnya menonton televisi,

tak lama kemudian matahari malu-malu memperlihatkan sinarnya dan kemudian tenggelam diujung barat dengan tiada seorang pun yang dapat mencegahnya. Dibi, unie, bento dan “mahluk asing” itu berencana untuk keluar dan berburu udara segar, akhirnya mereka pergi dengan meninggalkan bento yang tidak konsisten dikontrakan.

Pilihan mereka berakhir disebuah parkiran yang direnovasi total menjadi sebuah café kopi disebuah tempat dikota samarinda,

Gak jelas . . .

Karena pengen mengisi waktu, dibi berkonsolidasi dengan joss untuk menentukan menu yang akan disandingkan dengan tenggorokannya berharap menu pilihan mereka dapat membantu melewati waktu yang membosankan malam itu . . .

Joss sepertinya memulai sesuatu yang salah . . .

Dimulai dari pembicaraan yang biasa dan tak terarah hingga ”mencari korban untuk hinaan dan celaan yang membuahkan tawa yang terpendam, joss ass masih sadar, tak ada angin dan tak ada hujan malam itu tiba-tiba ”mahluk asing” itu mulai mengangkat tangan kanannya seraya berkata,

”eh . ., nama kamu siapa?, kita belum kenalan . .”

spontan, joss yang mulanya penuh konsentrasi, tampan dan tidak perduli dengan kehidupan seolah menemukan peta harta karun yang sudah lama terpendam, seraya menjawab pertanyaan itu,

”namaku joss ass”

katanya,

”namaku nia ramadhani tapi biasa dipanggil,” ”asha”

”gw teman kuliahnya unie,”

”ukuran sepatuku 37”

padahal joss nda nanya ukuran sepatunya?!@?

kePedeAn banget!!!

setelah itu, dimulai lagi ”conversation” yang biasa dan standar (shy-shy cat), tapi joss merasa ada sesuatu yang lain dari mahluk ini, mungkin sesuatu yang tidak dapat diceritakan kepada khalayak ramai,

tentang sebuah kisah ”dari dunia yang lain” . . .

seperti terjebak dalam segitiga bermuda dan tak pernah bisa kembali . . .

waktu seolah tak berlaku disana,

tak ada kata-kata yang bermakna,

apalagi puisi dari seorang pujangga

hanya basa basi dari seorang anak manusia

tapi seolah ada sesuatu yang berbeda . . , darinya. . .yang kelak akan menghancurkanku.

Pisang keju yang berada diatas meja terasa hambar dilidah apalagi kopi yang dipesan berasal dari satu produk yang sama, dengan hanya menambahkan rasa yang lain. Memang seolah benar-benar tak ada orang lain ditempat itu, berat menahan rasa tawa ketika ada seseorang ”pemilik negeri” ini bertandang ketempat kami, tepat disebelah kami dengan dua orang bodyguardnya, lantas dibi menyebutnya ”burung hantu”, joss ass memang menyukai ”burung hantu” yang matanya besar karena mirip dengannya yang sering begadang, tetapi sebenarnya ia tak mengerti apa yang aneh dari orang-orang ini . . .tawa garing mengisi kekosongan waktu itu.

Joss masih berusaha ”menggali harta karun itu”

Tapi waktu jualah yang memisahkan . . .

Unie dan asha memutuskan untuk bermalam dikontrakannya dibi,

Joss ass have a bad feel about this. . .

Hembusan angin malam menyejukkan. . ., meskipun suatu saat dapat menjadi penyakit yang berbahaya buat organ didalam tubuhku tapi tak pernah terpikir olehku untuk berhenti, aku muda dan menikmati saat ini. . . tak ada yang dapat menghentikanku . . .

Part #3

Keputusan Yg Benar

Tiba dikontrakkan suasana hening, televisi dengan video game masih ditengah ruangan depan yang menemani beberapa orang yang terlelap. .dibi, joss, unie dan asha masing-masing dari mereka mencari kesibukan sendiri-sendiri.. .

Sedang bento teriak-teriak mirip monyet dari dalam hutan ditengah ruangan ketika mengubah kedudukan (2 : 0), pada team sepakbola yang dikendalikannya

Joss duduk diserambi depan sambil melihat bintang dan menikmati asap yang memiliki kandungan tar dan nikotin sedang, seraya mencoba melupakan apa yang sedang terjadi dengan dirinya. . .

tapi malam itu, dibi berencana untuk melanjutkan pesta kecil dikontrakan sebelum menutup malam. . .

benar saja, “mansion house” dan sahabat sejatinya “minuman berkarbonasi dari amerika” dikeluarkan dari kantong plastik hitam oleh bento dengan senyum membawa luka-nya, tepat seperti seorang badut pesulap yang mencoba mengeluarkan kelinci dari dalam topinya. . . bim salabim hasta la vista . . .

Sebuah mantra yang nyaris akan menghancurkan segalanya . . .

Entahlah . . .

Setelah pesta kecil itu berakhir joss memutuskan untuk menenangkan pikirannya dikamar yang lain . . .

Entahlah, . . .

mungkin ada pergeseran budaya

atau memang perkembangan pemikiran manusia. . .

atau mungkin yang paling berbahaya, harga diri sudah tidak ada artinya

banyak hal yang mungkin ada dan memang terjadi didalam tatanan sosial masyarakat kita

apapun bisa terjadi . . .,

disamping akal sehat, hati adalah senjata yang paling efektif untuk menetralisirnya,

joss sampai tidak dapat tidur semalaman memikirkan segala kemungkinan perubahan itu disamping alasannya yang lain. . .

joss muter-muter dikontrakan, minum air putih meski tidak haus, kencing diWC meski sudah tak ada yang harus dikeluarkan lagi, gonta ganti channel televisi, kemudian kembali berbaring didalam kamar dan menemukan pemikiran kondisi ekonomi kerakyatan yang akan berbenturan atau mungkin akan dinamis dengan era ekonomi pasar bebas, kalau gw jadi presiden juga mungkin akan stress memikirkan masyarakat2 ku yang suka membangkang dengan kebijakan-kebijakan yang ku buat (bla . . .bla . . .bla),

joss mengalihkan pembicaraan, intinya dibagian ini dia tidak dapat tidur malam itu . . .

sekitar jam 04.00 subuh waktu itu, joss keluar lagi dari kamarnya buat refreshing dan akhirnya memutuskan untuk tidak tidur lagi tetapi bermain video game . . .

selang beberapa meter waktu, asha keluar dari kamar (really, I’m think she’s hot), lalu bento dan kemudian dibi keluar dari kamar dan tidak bisa tidur, mungkin karena pengaruh kami yang sama-sama “memikirkan nasib bangsa ini” jadi mereka juga tidak bisa tidur . .hm . .(%@#$%^)

ups,..there’s still last piece of heart I found right there, right when she can control the situation and makes right decision. . .

tak lama kemudian dibi kembali kekamarnya disusul bento dengan wajah sedikit asam mirip anjing laut (syukurlah), joss sebenarnya pengen memulai pembicaraan tanpa arah dengan asha tetapi waktu yang terlihat melelahkan, seolah lepas dari perburuan yang kejam, akhirnya joss memutuskan untuk diam . . .(pikirnya tak ada yang bisa dilakukannya)

asha kembali kekamar dan mungkin kembali bernegosiasi dengan dunia . . .

sementara joss tetap memegang video gamenya . . .

hingga . . .sekitar jam 06.00 pagi

Part #4

The Silent Way

kicauan jangkrik sudah mulah meredup

lampu ruangan satu persatu mulai dipadamkan

kabut yang menutup pandangan musafir sudah mulai tersingkap

sinar mentari menembus dedaunan

jika semua dalam keadaan normal,

joss tiba-tiba tersentak, dia perlahan berdiri memandang kearah luar jendela sementara tanggannya melepas stick video game dan membiarkannya terjatuh, tubuhnya serasa melayang sambil menghirup sebanyak-banyaknya udara pagi yang bebas polusi, hal ini benar-benar jarang terjadi baginya.

joss sudah lama tidak menyadari kalau sebenarnya pagi hari yang indah itu benar-benar ada, nyata dan bukan hanya mitos belaka, karena udah lama joss merasakan pagi hari itu dimulai jam 12 pagi tepat ketika orang sudah sibuk dengan urusan perut-nya

sementara joss masih terbuai dengan ”pagi hari-nya” asha keluar dari kamar dengan sorot mata yang tajam, mirip burung elang yang melihat kelinci buruannya lompat-lompat dipadang rumput yang indah,

jika semua keadaan normal, joss mungkin akan melihat seorang putri yang terbangun dari mimpi indah tidur panjangnya . . .tetapi pagi itu asha mengacaukan ”keindahan pagi” nya joss dengan aroma mulutnya yang menyegarkan.

Joss memutuskan untuk meng-awali hari itu dengan pulang kekostnya dan memulai hari dengan tidur, sementara asha juga pengen pulang. . .joss memutuskan mengantarnya kembali kedalam gua-nya

Akhirnya . . ., ”Bagai punguk merindukan . . .bulan citra lestari”

Dia ”berakit-rakit kehulu berenang-renang karena rakitnya hancur diair terjun”

Senang ”menari diatas daun talas bagai belalang”

Karena ”ada udang didalam ote-ote”

Joss mulai mengeluarkan kata-kata anehnya seperti mengigau disiang bolong,

dalam hati siapa yang tahu. . .

sebenarnya dalam pikirannya sudah tersusun berbagai macam kata-kata yang sudah terkumpul sejak dulu kala dan siap untuk dilontarkan, tetapi pada kenyataannya ketika joss mengantar asha kembali kekandangnya, joss diam seribu bahasa,

pikirnya:

”hal ini bukan sesuatu yang diatur dan tersusun rapi,”

”dia” berstruktur, namun dapat pula berantakan,”

”tak ada yang dapat mengaturnya,”

”dia” datang dan pergi sekehendaknya”

”terlalu rumit untuk dijelaskan walaupun terlihat sangat sederhana”

”ribuan kata dan ungkapan hanya mamput menggambarkannya”

”namun tak ada yang dapat menyerupainya”

”dia yang dapat membuat sang penyair terdiam ditenggah malam”

”dan tak dapat tidur karena memikirkannya”

hingga asha tiba kembali kekandangnya, joss masih terpaku terdiam membisu . . .

well, Hari itu dilewati dengan kehampaan lagi. . .

Short message services tiba-tiba muncul dari hp bututnya joss yang memecah kesunyian, ketika dibacanya ternyata dibi dan bento memutuskan untuk angkat kaki dari kota ini meninggalkan joss, unie dan asha . . .

Woi, what the hell you are doing guy’s? . . .we’re just get started,

Ada rasa yang lain ketika pada hari dibi dan bento hendak kembali kekampungnya, seolah seperti kisah film layar lebar yang skenarionya belum diselesaikan, dibi, bento, dan joss singgah sebentar dirumahnya asha yang disana ada unie juga dan sekedar untuk say goodbye . . ., dibi dan bento merasa ragu-ragu untuk pulang kekampungnya nan jauh disana, tapi setelah sekian lama perdebatan antara bento dan dibi, akhirnya mereka berdua pulang jua. . .

Joss ngerasa kepergian itu bukan akhir dari film ini . . .

Part #5

Tak Tersusun Rapi

Joss memutuskan untuk melanjutkan kisah ini,

Sehari setelah kepergian mereka, untuk pertama kalinya joss menelpon asha tepat sekitar jam 11 malam, ketika orang-orang baik mulai terlelap dan orang-orang yang menemukan kebuntuan mencari kesenangannya sendiri pada malam hari. . .,

Hari Senin:

Joss: Hallo . . .

Asha: Hallo . . .

Joss : hjbgcbiughiukjj...ha...ha..ha....kjcg

Asha : njdieahfkdhs, wew . . burung hantu . . . hdsjkiuk

Joss : gudtehtusv . . .yup, matanya besar . . . hidhnjadhek

Asha : ha . . ha. . .ha, kamu maskotnya . . .

Joss : bla . . bla. . .bla, reboisasi, reproduksi, transmigrasi, imigran gelap . . .

Asha : mutilasi ? ?xixixi. . .

Joss : kamu punya banyak kosakata ya??

Asha : .....hheuskvkd...itu namanya plagiat . . .

Joss : gw nda suka plagiat, semua diambil dari kehidupan nyata . .

Sementara itu unie yang malam itu nginap dikamar asha, nguping pembicaraan kami dengan tenangnya.

Dst . . .dst . . .

Asha : Udah dulu ya . . .sepertinya co gw nelpon

Joss : (%^$#@*&!), baiklah . . .

Hari Selasa:

Joss : hi . . .

Asha : hi juga

Joss : lagi ngapains ?

Asha : lagi ngutak-ngutik laptop, kena virus . ., access nya di deny terus . . .

Bla . . .bla . . bla.

Joss : ? ? ?

Asha : . . ., bagai menari diatas ladang jagung, habis rusak tanaman . . geyduijtkosbnc

Joss : . . . Tapi, gw bukan babi ngepet . . .gw nda ngomong gitu . . ., gw diam aja . . .?

Asha : ah . . .banyak alasan . .djeyisnhcbdkus . . .

Joss : gw juga bukan bencong . . .enak aja, gw laki-laki sejati . . .njidfytegbsjncijhs . . . .

Asha : Ah . . .ini cuman antara engkau dan aku aja, yang lain nda bakalan tau . . ., ngaku aja . . . .

Joss ass sempat terpojok disudut ring . . .

Asha : Ngaku aja kau suka dinas malam . . .?

Joss : ttttttttiiiiiiiddddddaaaaaakkkkkkk . . .

Asha : nyanyi dunk . . anterin gw tidur . . .

Joss : (^%&*$#@), . . .lupa. . .aku lupa-lupa, . . lupa lagi syairnya . . .

Tut . . .tut . . .tut. . . .tut

Hari Kamis:

Joss : hi

Asha : hi juja

Joss : lagi ngapain

Asha : lagi nelpon, masak lagi boker?

Joss : eh, iya . . .

Asha : jurydgsnfkovukrn . .xixixixi. . ke mall...

Joss : ...jufhrtyetsbv...xixixixix..mall bakal runtuh, kata kucing garong loreng....

Asha : jangan gitu dunk, . . aku kan jadi takut . . .

Joss : tenang aja kan ada gw

Asha : iya . . .

Joss : tapi gw dengar suara-suara aneh dari hp mu, kenapa nih?

Asha : gw tutup nih telpon ?!!!

Joss : jangan dunkz, (ntar dunia ini jadi sepi)

Asha : wah, khayalan tingkat tinggi . . .

Joss : tidak ah, aku biasa-biasa aja . . .

Asha : nyanyi dunk . . .

Joss : do, re, mi, fa, #sol, la, si, do (mulai mencucurkan keringat !)

Asha : eh, kayanya co gw nelpon, udah dulu ya. . ya. . .ya

Joss : (&%$#@!), bye . . .

Bagi joss dunia memang terasa damai, tak ada pembicaraan formal, tak ada sistem yang teratur rapi, joss ngerasa dapat inspirasi dari wanita ini, walaupun dari sedikit kata yang bisa terucap dan pembicaraan yang terdapat diluar nalar manusia biasa, namun mereka mengerti . . .

Part #6

Count Down

Jum’at,

Hp butut yang selalu menemani joss kemanapun dia pergi berbunyi, tanda ada sms yang masuk, terdapat pesan singkat didalammya :

“joss, aku udah ada diterminal, jemputin aku”, ternyata pesan itu datangnya dari dibi, dia tidak jadi kembali kesulawesi . . .

dan story ini benar-benar berlanjut . . .

joss pergi menjemput dibi hingga hampir larut malam, dengan terpaksa joss dan dibi melalui malam itu berdua dengan kesumpekan kamar kontrakan, sebenarnya asha dan unie sudah merasa bosan juga dirumahnya malam itu dan pengen jalan-jalan, tetapi malam sudah terlalu larut . . .

”ku bersandar didinding,

cahaya kamar yang remang menemaniku,

otakku buntu,

sebuntu ruangan yang tidak berjendela ini,

asap bernikotin tak mampu membuat otakku berjalan,

apalagi harus ditemani air putih kadar 15%

hal itu cuman akan membunuhku,

yang aku perlu hanya mendengar suara inspirasiku,

yang membuat aku bisa hidup malam ini”.

Tetap juga malam itu harus dilalui . . .

Sabtu,

You look so beautiful today . . .,

joss keluar dari kontrakan dan melihat asha yang duduk diserambi depan kontrakan, dengan unie dan dibi, tingkah lakunya terasa garing, seperti cacing kepanasan . . .sementara otak joss kembali tidak berfungsi dengan baik. . .asha mengeluarkan kata-katanya yang tajam . . .setajam . .silet, dan kemudian menertawakan joss yang keren itu . .

mereka berempat jalan-jalan malam itu menikmati indahnya lampu-lampu kota yang ramai dengan orang-orang yang berlalulalang mencari tujuananya, tak ada yang istimewa malam itu disebuah café didaerah m.yamin, hanya sebuah musik accoustic yang mengisi kesunyian waktu malam disusul kemudian komunitas OI melantunkan beberapa musik penutup, dengan PD nya salah seorang peserta band mengaku berasal dari daerah yang sama dengan asha, ternyata kampungnya asha benar-benar dari daerah kutub utara, cukup terpencil. (makanya orangnya culun bgt)

mereka kemudian pulang, sementara itu dibi berhenti sejenak untuk mencoba resep mujarab milik babe’s sang dokter (sorry, there’s a little secret here), mereka mutar melewati tepian mahakam, joss berjalan lambat dengan asha, menikmati waktu yang terbatas itu . . .hingga akhirnya motor unie yang dipakai joss tak kuat menahan beban penderitaanya ketika menghadapi sebuah tanjakan bukit yang kecil,

“kau berat sih, mirip pesut mahakam, coba kau diet dikit biar sexy”.

Minggu,

Joss dan dibi ngerasa kurang menikmati semua ini, mereka berencana untuk menutupinya dengan sedikit marijuana, berdua saja, joss sebenarnya sudah beberapa tahun berhenti menggunakannya tapi dia sempat menemukan beberapa teman lama yang masih memilikinya, dan kebetulan hari itu “mbak marijuana” lagi tidak berada ditempat . . .stock lagi kosong maka mereka mengurungkan niatnya . . .

Sekembalinya joss kekontrakannya dibi. Unie dan asha sudah berada disana ditemani pak’le dan teman Dr. Nya (&@#$*), mereka semua mencoba membuat pesta lagi . . .

Shit . . .

”kau tahu?,

beban air matamu mengalir lewat minuman beralkohol,

setiap rokok yang kau hisap,

dan semua kesenangan yang semu.....,

sebenarnya engkau sedih....,

tetapi tak ada tempat, untuk menuangkan kesedihanmu”.

Pesta itu berakhir biasa-biasa saja, karena joss memang sudah juaranya menghabiskan minuman tanpa mabuk parah (yes, that’s he), dan tetap dapat berfikir logis.

Setelah itu berakhir, dibi, joss, pak’le, dan Dr mencari kesenangan lain dan yang mereka temukan adalah gerhana matahari yang gelap dan kelam, suram . . .

Unie kembali kekontrakan dibi tanpa asha,

hey, what’s going on with you?, asha

There’s something happen about you?

Semua hal itu tiba-tiba saja membuat joss bingung . . .

Mendengar asha berdiam sendirian dirumahnya kaya kura-kura maka joss memutuskan untuk menemaninya. Kejadian terjadi sekitar pukul 19.15 tanpa adanya perlawanan yang berarti dari satpam pihak keamanan, joss sudah berada dirumahnya asha dengan tanpa menjatuhkan sehelai rambutpun. . .

Asha : Silahkan masuk . . .

“mau minum apa?”

(bertanya, seolah-olah bisa membuat minuman apa saja)

joss : ”ah, nda usah rapot-repot”

Asha : “kopi kah?”

Joss : “ah, nda usah repot-repot”

Asha : ! ! ! !

Joss : iya, iya, teh pahit aja. . .,

Asha : what . . .?

Joss : teh nya jadi manis kalau minumnya sambil lihat kamu . . .

Asha : ???? (ini orang !!!, kukasih air laut ntar biar tau rasa)

There’s a many story never told right there about live, about dream and about anything that never be come true in our life, we can’t turn back time . . .we just can passed the time and be hope only a good thing was left for us. . .

We never found the happyness out there, but home can made it for us . . .

Your happyness is begin from your home and family . .

Just open your heart, pals . . .

Tepat jam 11 malam semua cerita itu berakhir . . .

That the last time that i ever seen her . . .

Senin 11 mei

Asha masih tetap sembunyi didalam rumah keongnya, sementara joss menghabiskan separuh harinya dikontrakan dibi dan mendengarkan ocehan lirik musik yang terus memaksakan untuk bersenang-senang, sementara jiwa terus bergejolak . . .

Ingin kukatakan . . .

semakin jantungku berdetak, semakin berat rasanya . . .

Semua rasa ini seperti kutukan yang terus mengikat jika tidak tersampaikan . . .

Joss ass mengangkat telponnya dan mencoba menghubungi asha. . .

Tuuut. . .tuuut. . .tuut. .

”nomer telephon yang anda hubungi sedang berada diluar negeri, silahkan hubungi beberapa saat lagi”. . .

tuuut . . . tuut . . . tutut . . .

”nomer telephon yang anda hubungi sedang menyiram bunga”

hal itu terjadi mulai dari jam 3 sore hingga pukul 4.

Sekitar jam 4 lewat sore itu asha menerima telephon dari joss,

Joss : Lagi ngapain? (pertanyaan standar dan biasa yang hampir terdengar pada awal seluruh percakapan telephonnya joss)

Asha : Lagi nelphon, kenapa . .?

Joss : Ntar malam jalan yuk. . .

Asha : Aku nda bisa keluar . . .

Joss : Aku mau ngomong . . .,,,,

Asha : Ngomong disini aja, kan sama aja . . sekarang atau nanti sama aja ngomongnya . . . .

Joss : . . .Rasanya . .hm . . .aku suka kamu . . .

Asha : hah, . .maaf ya joss, tapi gw sudah punya orang lain . . .xxxxxxx

Semua ini sudah diluar batas . . ., gw nda nyangka semua ini bisa terjadi . . .

Joss : Ah, iya . . nda apa-apa, maaf klo gw mengganggu mu. . .

Asha : joss, sorry ya. . .gw ada telephon . .

Joss : Ntar malam jam 11 gw telphon lagi ya?

Asha : ya . . .

Unie yang nongkrong dikamarnya asha sore itu menjadi saksi bisu kejadian itu . . .

Part #7

I just wanna say goodnight

Joss ngerasa seperti kertas harta karun yang dimilikinya terbakar begitu saja . . .didepan matanya, dengan segera joss mengusap dadanya, yang terpenting pertama baginya rasa itu telah tersampaikan, seolah seperti melepaskan segel kutukan ribuan tahun. Sementara itu dibi menjadi bingung dengan perubahan mendadak pada joss ass . . .

Joss adalah seorang laki-laki (hiks. .), hal itu memang pasti akan dihadapi setiap laki-laki (hiks . . hiks . .), dia tetap sabar dan keren (huah . . .).

Tapi, joss ass pengen asha tetap jadi temannya. . .

Malam jam 11, telphon joss dan asha tetap penuh tepuk tangan dari para penonton yang ramai . . .tetap dengan bahasan diluar nalar manusia, tetap celaan kepada setiap mahluk dimuka bumi ini . . ., tapi kalimat malam itu cepat berakhir . . .

Selasa malam,

Hari itu dilewati joss, dibi dan unie tanpa asha, hari yang biasa dengan kemudian malamnya refreshing dengan rokok dari timur tenggah rasa cocktail dengan ditemani cofee mix, sebenarnya hal itu menyenangkan tapi dunia sudah tidak sama lagi . . .there’s something missing . . .

”kulihat sebuah bintang jatuh,

indah terlihat terangnya,

membuat setiap mata dimuka bumi ini melihatnya,

baru saja manusia memandang keindahannya,

bintang jatuh itu sudah hilang, menjadi debu,

entah kemana”

Rabu,

“You look so beautiful today . . .la . . .la . . .la . . .i can wait . . .i can wait . . .forever.”

Sebuah sms tanda kebosanan dikirimkan joss untuk asha, berharap hal itu akan mengisi waktunya didalam kandangnya . . .

Joss mengira semuanya baik-baik saja . . .

Asha kemudian menghindari unie dan berharap semua hal ini tidak pernah terjadi,

Hanya desas desus yang sampai ketelinganya joss, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi . . .dengan asha.

malam itu, ketika dibi, joss dan unie selesai makan malam bersama untuk yang terakhir kalinya . . .

”hujan menghapus debu dibumi,

menimbun tanah yang mati,

kemudian menumbuhkan tumbuhan yang baru,

dan tumbuhan itu berjuang,

untuk dapat terus hidup,

meskipun hujan akan lama tidak turun lagi.”

keesokan harinya dibi menyatakan akan benar-benar pulang kesulawesi kali ini, dan kemudian dibi pulang bersama dengan unie kembali kekampungnya, dan meninggalkan kisah ini begitu saja . . .

bagi joss ass disinilah semua cerita itu berakhir, Meski ada cerita lain didalam cerita,

Tak ada kata perpisahan disini, tak ada akhir yang bahagia, kisah ini hilang begitu saja . .

Dan menjadi timbunan puing yang tetap tersimpan rapi, hingga suatu saat semuanya benar-benar akan terhapus selamanya dari bumi . . .

Dedicated to: my inspiration,

right out there . . .you still my inspiration . .

Minggu, 22 Februari 2009

Kematian Bagiku

Aku terbangun pada suatu pagi, tapi awal hari itu tidak kurasakan seperti biasa aku terbangun dan merasakan bahwa aku telah mati . . .

Aku yang dulunya tidak pernah sedikitpun takut pada kematian pada saat itu terguncang hebat. . .

Aku termenung lama dengan perasaan itu,

apa-apaan ini…, kataku dalam hati . . .

suatu hal yang tidak pernah ada dalam pikiran ku sekarang seolah telah diletakkan didalam pikiranku dengan jelas…….aku dapat merasakannya . . . .

Aku takut . . . .takut. . . . .takut pada KEMATIAN . . . .

”ya Tuhan”, teriakku kecil dalam hati apa maksudnya ini,

Mungkinkah aku akan berada disuatu tempat yang gelap tanpa akhir?, seperti aku tidur?, adakah materi disana? ataukah hanya seberkas bayangan? Atau suatu tempat yang seenaknya digambarkan oleh manusia dari bumi ini yang dikatakan surga yang bahkan belum pernah seorangpun dapat pergi kesana . . ., atau suatu tempat . . . suatu tempat yang tidak terjangkau dengan logikaku?

Ah........, untuk apa aku pikirkan tentang kematian, untuk apa aku pikirkan itu . . . .

Tapi hal itu terus mempengaruhiku seolah otakku sudah dipenuhi akan hal itu,

Kupikir semua mahluk yang hidup pasti akan mengalami hal itu,......

aku muak . . . . . ., tinggalkan aku . . . .

hingga aku menyerah dan berusaha mengerti, kuhadapi, kupikirkan semua hal tentang kematian, tapi tidak berdasarkan berbagai macam buku atau sumber omong kosong yang pernah kubaca, karena mereka yang ada dibumi tidak ada yang mengenal kematian . . ., karena bukan mereka yang menciptakan kematian hingga aku mencoba memahami sendiri apa itu kematian . . .

tapi tak ada yang kutemukan,

cuman jalan buntu,

aku sudah berjalan ditempat,

semakin kupikirkan tentang kematian semakin aku tidak mengerti apapun . . .,

tak ada . . . . .,

tak ada yang dapat kupahami dari kematian . . .

setelah semua jalan .....................

kucoba bertanya kepada Tuhan, apa maksudmu Tuhan?, apa maksudmu dengan semua ini.............................?

aku hidup . . . .

aku bernafas.....

aku bergerak . . . .

aku melakukan apapun, banyak hal, dimanapun . . . .

tapi akhirnya............, aku MATI !!!

jika begitu untuk apa aku hidup, untuk apa aku diciptakan kemudian aku mati ?!!

kutenangkan diriku, kucoba waras mungkin aku sudah gila . . . .

dalam ketenangan aku dapatkan sesuatu . . . . .

Hingga aku tersadar . . . .

pasti ada tujuan aku hidup disini, pasti ada sesuatu yang aku lewatkan dan tidak terpikirkan dengan pikiranku yang terbatas ini, ya pasti ada sesuatu . . .

Tuhan pasti menginginkan sesuatu dari hidupku, Tuhan pasti sedang menguji aku selama aku hidup pasti ada sesuatu, pasti ada sesuatu. . . .

Ya........

Ampuni aku Tuhan mungkin dengan hal ini engkau menegurku.

Tuhan menciptakanku karena ada tujuan yang harus kulakukan . . .,

menyenangkan hatiNya, dengan keinginanNya . . .

Bukan bagianku memikirkan kematian meskipun aku harus mengerti akan hal itu

Bukan bagianku bertanya apa ada hari besok . . .

Bagianku adalah bertanya untuk apa aku hidup, apa yang kulakukan hari ini untukMu?. . .

Bagianku adalah bertanya apa yang bisa kulakukan agar aku bisa tetap ”hidup” meskipun aku sudah mati . . . .

Tunjukan padaku jalan untuk dapat hidup dengan mu ya Tuhan, pasti ada jalan itu dan telah ada. . .

Aku menyerah ya Tuhan !!!,

ini hatiku . . . ,

bukan kematian lagi yang buat aku takut . . .

tuntunlah aku hingga aku bisa bersamamu, aku takut bila aku tidak bisa bersamaMu, didekatmu . . .

Pasti untuk itu aku hidup . . . .untuk tujuanNya, bukan tujuan saya, tujuan saya pasti hampa . . . .

Semua baik, semua pasti baik dengan Mu, terbukti dengan aku hidup hari ini dan sadar akan hal itu,

aku tahu Kau dekat, bahkan pernah ada, selalu ada, dekat sekali dengan aku dan ingin memeluk aku.

terimakasih Tuhan, aku tahu Engkau mengenal aku.

jika aku akan hidup bersamamu nanti bisakah mulai sekarang engkau kupanggil

Bapa . .?

Minggu, 31 Agustus 2008

Kesalahan Rendah Hati

Salahkah jika rendah hati turun dari tahtanya dan membasuh kaki rakyatnya yg hina

Salahkah jika rendah hati membela seorang pelacur yang memohon ampun ketika dipukuli

Salahkah jika rendah hati makan semeja dengan para penjahat

Salahkah jika rendah hati itu menegor yang dikasihi

Salahkah jika rendah hati mempengaruhi orang lain

Salahkah jika rendah hati satu dari Tuhan

Salahkah jika rendah hati . . .

Salah . . . ,

Semua manusia menyatakan rendah hati itu bersalah

Rendah hati dinyatakan bersalah dan harus dihukum mati

Dan semua yang mengikut rendah hati sekarang atau nanti harus mengalami hal yang sama.